FokusFokus Malam

Penyebab Lereng Wilis Retak Belum Jelas

jatim.co Ponorogo Retaknya lereng gunung wilis hingga kini masih belum jelas penyebabnya, rencananya Tim Geologi dari Bandung akan datang untuk melakukan penelitian atas pergerakan tanah tersebut.

Lereng gunung Wilis yang berada  di wilayah kecamatan Ngebel kabupaten Ponorogo retak dan juga ambles. Bahkan akibat pengerakan tanah yang terus terjadi karena guyuran hujan sebagian bukit mengalami longsor hingga mengancam ratusan penduduk yang berada disekitar lokasi.

Sejumlah petugas dari TNI-POLRI dan Perhutani menyusuri lereng gunung Wilis yang berada di wilayah KPH Madiun RPH Ngebel petak 80 b, tepatnya didesa Talun kecamatan Ngebel Ponorogo.

keretakan tanah sepanjang empat ratus meter dengan lebar 20 centi meter ini terus memanjang dan tanah semakin ambles.

Tidak hanya itu hujan deras yang menguyur wilayah ini sejak dua hari juga mengakibatkan bukit yang berada tepat diatas penkampungan warga mengalami longsor hingga ratusan meter.
Akibat kejadian tersebut sedikitnya tiga puluh lima kepala kelurga menjadi terancam.
Menurut pihak Perhutani keretakan lereng gunung Wilis diketahui petugas sejak tahun 2010  yang diduga hanya keretakan biasa, namun sejak Februari lalu keretakan tanah semakin memajang dengan cepat yang juga disertai longsoran, pihak Perhutanipun kemudian melarang warga melintas diarea tersebut.

” keretakan semakin terus bertambah setiap habis hujan, keretakan ini cekung kurang lebih 400 meter,” ujar Sunaryo Petugas Perhutani kepada Jatim.co Rabo (20/4/2016).

Terjadinya keretakan dilahan Perhutani tersebut sejak tahun 2010 namun bertambah parah sejak Februari 2016.

Kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Ponorogo membuka pos pantau bencana di desa Talun Kecamatan Ngebel Ponorogo.

Kepala BPBD Ponorogo, Bediyanto mengatakan pihaknya membuka pos selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang terdampak.

sementara itu beberapa warga juga membongkar rumahnya karena takut terkena longsor. masyarakat yang membongkar rumahnya tersebut diantaranya rumah milik Sujarno warga desa Talun kecamatan Ngebel yang terkena retakan dan terpaksa harus dibongkar.

 

Foto:

rps20160420_150211_822.jpg

pengungsi wilis

 

Retakan tanah yang mengenahi tiang bangunan rumah. (foto:agus/jatim.co)
Retakan tanah yang mengenahi tiang bangunan rumah. (foto:agus/jatim.co)
Rumah warga lereng gunung wilis terpaksa dibongkar karena melewati retakan tanah yang berbahaya. (foto: agus/jatim.co)
Rumah warga lereng gunung wilis terpaksa dibongkar karena melewati retakan tanah yang berbahaya. (foto: agus/jatim.co)

Peta Desa Talun

[google_map][/google_map]
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close