Bisnis

Maret Eksport Jatim Ternyata Turun 2.73%

jatim.co Surabaya_ Ekspor Provinsi Jawa Timur pada Maret 2016 menurun 2,73 persen, yakni dari 1,86 miliar dolar AS pada Februari 2016 menjadi 1,81 miliar dolar AS, karena komoditas utama emas perhiasan serta berbagai komoditas pendukung mengalami penurunan volume.

“Meski turun, secara komulatif dibanding tahun 2015 pada bulan yang sama naik 4,39 persen, yakni Januari-Maret 2015 mencapai 4,77 miliar dolar AS, dan tahun 2016 mencapai 4,98 miliar dolar AS,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur Teguh Pramono, Jumat.

Dikutip dari laman antarajatim, komoditas emas perhiasan mengalami penurunan volume sebesar 21,95 persen, yakni dari total 753,1 juta dolar AS pada Februari 2016 menjadi 587,8 juta dolar AS pada Maret 2016, karena harga emas perhiasan secara rata-rata turun menjadi 2,881 dolar AS per gram pada Maret 2016 dari Februari 2016 sebesar 3,403 dolar AS per gram.

“Dari segi volume total ekspor emas perhiasan pada Februari 2016 sebanyak 221.351 kilogram, sedangkan Maret 2016 turun dan hanya mencapai 204.063 kilogram dengan negara tujuan ekspor adalah Swiss, Jepang dan Singapura,” ucap Teguh kepada wartawan di Surabaya.

Teguh menjelaskan, faktor lain turunya ekspor Jatim dikarenakan adanya penurunan volume ekspor lemak dan minyak hewan/nabati dari 216 juta kilogram pada Februari 2016 menjadi 182 juta kilogram pada Maret 2016.

Untuk Migas, total ekspor Jatim pada Maret 2016 mencapai 61,65 juta dolar AS atau turun 7,45 persen dibandingkan Februari 2016 yang mencapai 66,60 juta dolar AS, dengan total ekspor migas mencapai 161,09 juta dolar AS.

Sementara, untuk ekspor nonmigas Jatim pada Maret 2016 mencapai 1,74 miliar dolar AS atau turun 2,55 persen dibandingkan Februari 2016 yang mencapai 1,79 miliar dolar AS, dengan dominasi perhiasan/permata dengan nilai 578,9 juta dolar AS, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati 112,6 juta dolar AS, kayu dan barang dari kayu 101,2 juta dolar AS, ikan dan udang 97,52 juta dolar AS, serta tembaga sebesar 87,92 juta dolar AS.

“Untuk negara, Swiss menjadi negara tujuan utama ekspor produk nonmigas Jawa Timur pada Maret 2016, karena nilainnya tinggi yakni mencapai 313,32 juta dolar AS, disusul Jepang sebesar 236,44 juta dolar AS, dan Amerika Serikat senilai 164,81 juta dolar AS,” ucapnya.

Sementara itu, untuk negara ASEAN tujuan ekspor komoditas nonmigas utama Jatim adalah Singapura dengan nilai ekspor mencapai 143,26 juta dolar AS, diikuti Malaysia sebesar 104,65 juta dolar AS dan Thailand sebesar 34,71 juta dolar AS.

Sedangkan untuk negara Uni Eropa, Belanda menjadi negara tujuan utama ekspor Jatim pada Maret 2016, yang nilainya mencapai 29,47 juta dolar AS, disusul Jerman dan Inggris yang masing-masing nilainya 25,23 juta dolar AS dan 16,23 juta dolar AS.(antarajatim/j1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close