News

Wow Polantas Tangkap Pengedar Norkoba

jatim.co Tulungagung_ Polisi lalu lintas  Tulungagung, menangkap seorang pria pengendara sepeda motor yang diduga merupakan pengedar narkoba saat razia kendaraan di wilayah Kecamatan Campurdarat, Jumat,

” kami temukan secara tidak sengaja saat petugas satlantas memeriksa isi jok kendaraan roda dua yang TNKB -nya sudah mati,” kata Kanit Patroli Ipda Suryono di Tulungagung.

Dikutip dari laman antarajatim, Pengendara diidentifikasi bernama Darminto (34), kata Suryono, saat itu juga diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung.

Pelaku yang asal Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, kini dijerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 th 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara, katanya.

“Informasinya pelaku ini adalah residivis kasus serupa,” ujar Suryono.

Dari penangkapan tersebut, lanjut Suryono, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa pil dobel L sebanyak 9.000 butir dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio nomor polisi AG 6711 RO.

“Kemungkinan barang itu hendak di edarkan di wilayah Kecamatan Campurdarat,” ujarnya.

Suryono menuturkan, penangkapan Darminto terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di jalan raya masuk Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat.

Saat itu, kata dia, petugas lalu lintas menghentikan kendaraan Yamah Mio nopol AG 6711 RO yang dikendarai Darminto karena masa berlaku TNKB telah kadaluarsa.

Menurut Suryono, petugas sempat meminta surat izin mengemudi (SIM) Darminto maupun surat-surat kendaraan, namun Darminto hanya menyerahkan kartu tanda penuduk (KTP).

“Dari pelanggaran itu sepeda motor akhirnya kami tahan dan pengendara diberi tilang. Namun saat memeriksa jok kendaraan sebelum disita, polisi mendapati satu tas plastik warna hitam isi ribuan dobel L siap edar,” ujarnya.

Kasat Narkoba Polres Tulungagung AKP Siswanto membenarkan adanya pelimpahan pelaku diduga pengedar narkoba.

Saat ini, kata Siswanto, Darminto masih dalam proses penyidikan serta pengembangan guna mengungkap bandar besarnya.

“Berdasarkan catatan di kepolisian, pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Pelaku ini terkahir keluar dari lembaga pemasyarakatan (LP) Februari lalu (2016),” katanya. (ant/J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
Close