BisnisPertanian

Ayo Nyoba Manisnya Bisnis Srikaya

jatim.co Tuban_  Buah srikaya kini mulai mendapat pamor sebagai buah yang layak untuk dipasarkan. Peluang ini dilirik oleh warga dusur Krajan desa Betikharjo Kecamatan Semanding Tuban bernama Eko Maskarbulik.

Ketertarikan Eko budidaya srikaya berawal kesukaannya memakan buah tersebut serta didukung dengan lahan luas yang dimiliki. Eko yang kebetulan juga seorang petani jagung menanami hampir seluruh pematang ladang miliknya dengan pohon srikaya. Saat ini diladang seluas kuarang dari satu hektar miliknya telah ditanami sedikitnya 600 pohon srikaya.

“Sekarang sekitar 600 pohon mas, memang tidak saya tanam khusus. Pohon srikaya hanya menjadi tanaman sela,” terang Eko.

Menurutnya, membudidayakan buah srikaya tidak sulit, sebab pohon srikaya tidak terlalu membutuhkan perawatan yang serius. Selain itu, daya tahan buah yang cukup bagus juga tidak masalah jika ditanam di dataran berbatu dan minim persediaan air.

“Perawatanya mudah, setiap tahun yang membutuhkan pemupukan sekali saja, saat musim penghujan. Dan jika ada dahan pohon yang sudah tua cukup dipotong saja,” ungkapnya.

Biasanya pohon srikaya akan berbuah dua kali dalam satu tahun, yakni antara bulan Februari hingga Maret dan bulan September hingga November. Selain pada bulan-bulan tersebut srikaya tidak akan berbuah alias tidak berproduksi. “Ini tidak lama lagi sudah panen,” ungkapnya.

Untuk pemasaran sendiri, lanjut Eko mengatakan, saat ini srikaya sudah menjadi komoditi cukup terkenal. Bahkan, pembeli atau tengkulak banyak yang dari luar Tuban, seperti Surabaya, Kudus dan Madura.

“Harganya juga cukup lumayan dibanding dengan minimnya perawatan budidaya buah itu. Untuk satu wadah berisi sekitar 25 biji srikaya dihargai Rp 40.000 hingga Rp 50.000 atau rata-rata perbiji antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000,” pungkasnya. (J1)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close